Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2009

Peta Yogyakarta

Selengkapnya...

Piknik Asik Video



Sumber : youtube.com Selengkapnya...

Rabu, 03 Juni 2009

Wisata Kuliner

Kalau berjalan-jalan ke suatu tempat pasti kita tidak lupa mencoba makanan khas daerah yang kita kunjungi. Kota Jogja juga memiliki makanan dan minuman yang cukup unik dan tentu saja bercita rasa tinggi.

1. Gudeg Wijilan (Jl. Wijilan)

Jogja sangat identik dengan gudeg. Maka, tak heran jika banyak yang menyebut Jogja sebagai Kota Gudeg. Makanan berbahan dasar nangka muda ini memang mudah ditemui di setiap sudut kota Jogja, tapi ada sebuah daerah yang memang terkenal dengan gudegnya karena memang di kampung ini gudeg menjadi populer dan dikenal ke semua penjuru, kita bisa datang ke Jalan Wijilan, sebelah Timur Alun-alun Kota Jogja. Warung gudeg di Wijilan selalu ramai dikunjungi wisatawan mulai dari makan pagi hingga makan malam. Bahkan ada yang membawa gudeg untuk dijadikan oleh-oleh. Jangan khawatir gudeg akan basi karena gudeg kering bisa bertahan 3 hari. Gudeg ini dikemas di besek (kotak dari anyaman bambu) atau di kendil (guci kecil dari tanah liat). Warung-warung gudeg ini buka dari pukul 06.00-21.00. Selain itu, beberapa warung gudeg menyediakan layanan kursus cepat memasak gudeg yang enak. Pasti penasaran kan? Langsung saja ke Jalan Wijilan.
Gudeg telor Rp 6.000,00
Gudeg ayam Rp 8.000,00
Gudeg besek Rp 25.000,00-Rp40.000,00 (tergantung lauk-pauk)/besek
Gudeg kendil mulai Rp 50.000/kendil

2. Nasi Kucing

Nasi kucing bisa dijadikan alternatif makanan bagi yang mempunyai uang pas-pasan ketika singgah di Jogja. Pasalnya, harga nasi kucing ini cukup terjangkau. Hampir semua sudut di Kota Jogja menjual nasi yang dijual di warung akringan ini. Rasanya dan harganya pun relatif sama. Disebut nasi kucing karena nasi ini dibungkus dengan porsi yang sangat sedikit, seperti makanan kucing. Dalam satu bungkusan kecil nasi kucing dilengkapi dengan sambal teri atau oseng-oseng tempe, kemudian di bungkus dengan daun pisang. Sebagai tambahan dalam memakan nasi kucing adalah segala macam goreng-gorengan dan sate-satean, seperti sate usus, sate babat, sate telor puyuh, dan lain-lain. Jangan lupa ditemani segelas susu jahe hangat atau teh susu. Dijamin akan ketagihan.
Nasi kucing Rp 1.000,00
Goreng-gorengan Rp 500,00
Sate-satean Rp 1.000,00
Jeruk hangat Rp 1.000,00
Susu jahe Rp 2.000,00
Teh susu Rp 2.000,00

3. Oseng-oseng Mercon (Jl. K.H. Ahmad Dahlan)
Nama oseng-oseng mercon memang terdengar cukup unik. Jika mendengar kata mercon tentu kita teringat dengan petasan, sebuah benda yang bisa meledak. Ternyata nama oseng-oseng mercon ini dipakai karena ternyata makanan ini pedas sekali. Seolah-olah begitu kita memakannya pedasnya meledak di lidah. Oseng-oseng mercon adalah makanan yag terdiri dari tetelan (emak daging sapi) dan potongan daging sapi yang dicampur dengan cabe rawit dan bumbu-bumbu lainnya. Datang langsung saja ke sini karena kita akan merasakan sensasi rasa makanan yang berbeda karena biasanya makanan dari Jogja rasanya manis.

4. Kopi Joss
Kopi joss merupakan salah satu minuman yang cukup unik di Jogja. Yang membuat unik adalah arang yang masih membara yang dicampurkan ke dalam kopi panas. Kata Pak Man, penjualnya justru arang dimasukan ke dalam kopi membuat kopi benar-benar matang dan semakin nikmat. Aromanya pun menjadi unik karena ada percampuran antara bau kopi dengan bau arang. Bagi penggemar kopi, rasanya minuman ini layak dicoba. Untuk menemani minum kopi joss ada goreng-gorengan yang rasanya juga enak. Letak kopi joss pak Man ini di sebelah utara Stasiun Tugu Jogja Malam hari menikmati segelas kopi joss, ditemani goreng-gorengan, serta dihibur musisi jalanan, MANTAP!!
Kopi joss Rp 2.000,00
Goreng-gorengan Rp 500,00
Selengkapnya...

Wisata Belanja

Setelah puas berjalan-jalan keliling Jogja, tentu kita ingin membawa buath tangan untuk orang-orang tercinta. Mau beli oleh-oleh tapi tidak tahu tempatnya? Tidak perlu bingung karena kami akan merekomendasikan beberapa tempat favorit membeli oleh-oleh di Jogja.

1. Malioboro

Ke Jogja tapi tidak ke Malioboro rasanya tidak afdol. Jalan-jalan di Malioboro menawarkan atmosfer yang unik dan menyenangkan. Sepanjang jalan kita bisa mencari penginapan mulai dari yang berkelas hingga untuk yang kantongnya pas-pasan. Di kanan-kiri jalan ini hampir semuanya dikuasai pedagang kaki lima yang menjual berbagai souvernir, baju, tas, sandal, dan barang-barang lain yang hampir sebagian besar merupakan handmade atau kerajinan tangan. Harganya pun terjangkau dan kita bisa melakukan tawar menawar. Tapi, ada beberapa pedagang yang kurang menunjukan keramahan. Jika kita menawar barang kemudian ga jadi, pedagang akan marah besar dan menjuteki kita. Ada juga pedagang yang tetap memaksa kita membeli barang dagangannya hingga menawarkan harga yang cukup murah. Tukang becak dan tukang adong juga berderet di sepanjang jalan di Malioboro, menunggu wisatawan yang mau pakai jasa mereka untuk berjalan-jalan. Malemnya, kita bisa menikmati makanan dengan duduk lesehan ditemani pengamen jalanan yang menyanyikan tembang-tembang lawas. It’s so romantic!

2. Mirota Batik (Jl. Malioboro)

Tempat ini cukup menarik perhatian wisatawan. Soalnya, di Mirota berbagai jenis barang di jual dengan harga yang cukup terjangkau. Poin plusnya adalah tempat yang sangat nyaman, barang yang unik, harga yang murah, dan kamar mandi yang sangat bersih. Siapa sangka pemilik tempat ini milik GKR Hemas, istri dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. barang-barang yang dijual mulai dari pembatas buku, notes, pigura, lukisan, gantungan pintu, alat-alat musik, hingga barang-barang kuno. Kisarang harganya mulai dr Rp 1.000,00 sampe jutaan rupiah. Kalo mau cari souvernir yang unik dan ga pasaran, langsung aja datang ke Mirota Batik.

3. Pasar Beringhardjo (Jl. Malioboro)

Nama Beringharjo diambil dari kata beringin, katanya sih dulu tempat ini bekas hutan beringin. Pasar yang satu ini terkenal dengan batiknya. Tapi, ga Cuma batik yang dijual di tempat ini. Ada uang kuno, barang antik, pakaian anak-anak, pakaian dewasa, hingga makanan-makanan tradisional juga bisa kita temukan disini. Di Beringhardjo ini juga terkenal dengan jajanan pasar, seperti kue kipo (kue dari tepung ketan, kue legomoro (hampir mirip lemper), kue klepon, dan lain-lain. Jangan lupa setelah seharian menelusuri Malioboro dan Beringhardjo, cobain es cendolnya. Rasanya seger dan enak banget lho!

4. Dagadu

Gerai Posyandu (Pos Pelayanan Dagadu) di Lower Ground Malioboro Mall
Gerai DPRD (Djawatan Resmi Dagadu di Ambarukmo Plaza lt. 1
Gerai UGD (Unit Gawat Dagadu) di Jl. Pakuningratan 15

Kalo Bali punya Joger, Jogja juga ga mau ketinggalan. Jogja punya Dagadu. Cari tahu dulu Dagadu itu artinya apa. Ternyata, Dagadu merupakan bahasa slang yang terdiri dari empat baris huruf Jawa dan artinya “matamu”. Itu lah sebabnya, kenapa logo Dagadu bergambar mata. Sepertinya penggunaan logo mata juga tidak salah karena secara logika, kita melihat sebuah produk dengan mata kita. Itu lah makna filososofis Dagadu Djogja. Toko yang didirikan beberapa mahasiswa UGM tahun 1994 ini menjual bermacam-macam barang, mulai dari kaos, mug, topi, tas, sweater, pembatas buku, pin, gantungan kunci, payung, dan lain-lain. Semua barang-barang itu berdesain unik. Kisaran harganya mulai dari Rp 4.000,00-Rp 105.000,00. Biasanya yang menjadi favorit adalah kaos seharga Rp 65.000,00. Sayangnya, kreativitas pemilik Dagadu dijiplak alias dibajak orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Maka, baju dengan merk Dagadu palsu kian menjamur dimana-mana terutama di sepanjang Jalan Malioboro. Pedagang di Malioboro menjual dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp 12.500,00-Rp 15.000,00. Padahal, untuk satu buah kaos asli Dagadu dijual dengan harga Rp 65.000,00. Dagadu hanya memiliki 3 gerai resmi. Jadi, kunjungi gerai resminya ya.

5. Bakpia Pathuk (Jl. KS Tubun)

Bakpia pathuk merupakan makanan khas Jogja. Rata-rata orang yang singgah ke Jogja akan membeli bakpia untuk dijadikan oleh-oleh. Bakpia adalah makanan yang dibuat dengan campuran tepung terigu dan minyak kelapa, lalu diisi adonan kacang hijau, sehingga rasanya legit. Di sepanjang jalan KS Tubun banyak sekali toko yang menjajakan bakpia. Merk bakpianya diambil dari nomer rumah yang dipatenkan. Sekarang ini, di tengah ketatnya persaingan penjual bakpia, pengusaha bakpia membuat inovasi baru, yaitu penganan bakpia ini dibuat dengan isi yang bervariasi, yaitu isi keju, coklat, dan nanas. Rasanya tentu saja nikmat. Kalau kita datang kesana tanpa diantar tukang becak kita akan mendapat potongan harga Rp 3.000,00 per kotaknya. Penganan yang jangan lupa dibeli di toko adalah kripik tahu. Penganan yang terbuat dari tahu ini rasanya gurih sekali.
Bakpia kacang hijau Rp 18.000,00/kotak
Bakpia kacang hitam Rp 18.000,00/kotak
Bakpia keju,coklat,nanas Rp 21.000,00/kotak
Kripik Tahu Rp 20.000,00/kantong

6. Kerajinan Perak “Kotagede”

Sesekali kita bisa mengunjungi Kotagede yang terletak 10 kilometer arah tenggara Kota Jogja. Tempat ini terkenal dengan kerajinan peraknya. Ratusan warga Kotagede menggantungkan hidupnya pada kerajinan perak. Ada empat jenis tipe produk perak yang dijual di Kotagede, yaitu tatak ukir (teksturnya menonjol), filigri (terksturnya berlubang-lubang), casting (dibuat dari cetakan), dan handmade (menggunakan ketelitian tangan, seperti untuk kalung dan cincin). Di Lokasi perajin peraknya tersebar mulai dari Pasar Kotagede, Masjid Agung, Sepanjang Jalan Kemasan, Sepanjang Jalan Mondorakan, hingga Jalan Tegalgendu. Kisaran harganya mulai dari Rp 15.000,00 hingga ratusan ribu rupiah. Selain itu, beberapa galeri perak menawarkan kursus kerajinan perak. Tips dari kita, kalau Anda tertarik membeli perak di kawasan Kotagede, jangan langsung membeli di satu toko, bandingkan dulu dengan harga di toko-toko lainnya. Siapa tahu dapat yang lebih murah. Anda penasaran? Silahkan datang langsung ke sana.

7. Kerajinan Gerabah Kasongan
Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau lempung. Desa Kasongan sangat terkenal sebagai pembuat perkakas gerabah ini. Dulu kawasan ini merupakan tempat tinggal kundi, yaitu orang yang membuat kendi, kuali, dan barang-barang dapur lainnya, serta barang hias. Ternyata, kebiasaan membuat barang-barang tersebut diturunkan hingga ke generasi sekarang. Galeri gerabah ini bisa ditemui di kiri dan kanan sepanjang Desa Kasongan. Kita bisa memesan motif yang kita sukai, seperti motif bunga mawar, merak, naga, dan lain-lain. Kerajinan gerabah ini bahkan mulai dilirik wisatawan asing, seperti dari Amerika Serikat, Spanyol, Australia, dan Eropa. Di Kasongan, kita bisa melihat secara langsung pembuatan gerabah, mulai dari penggilingan, pembentukan bahan, penjemuran produk yang memakan waktu 2-4 hari, produk dibakar, hingga tahap finishing-nya. Kisaran harganya mulai dari Rp 3.000,00 hingga Rp 200.000,00. Tapi, kita harus ekstra hati-hati membawanya karena gerabah mudah pecah.
Selengkapnya...

Selasa, 02 Juni 2009

Wisata Jalan-jalan

Hai piknikers...ayo piknik asik bersama Bagus dan Nisa. Kali ini kita jalan-jalan keliling kota Jogjakarta. Sebuah kota yang indah dengan berbagai tempat wisata yang mengagumkan. Jogja memang penuh pesona. Membuat siapapun tak bosan meskipun berkali-kali ke sana. Anda ingin ke Jogja tapi tidak tahu mau kemana saja? Tidak perlu khawatir. Kami sajikan 10 tempat istimewa yang sangat layak Anda kunjungi ketika singgah di Jogja.

1. Tugu Jogja

Bisa dibilang Tugu Jogja adalah ikon dari kota Yogya. Bangunan tua berwarna putih ini terletak persis di tengah perempatan Jl. Mangkubumi, Jl. Jend. Sudirman, Jl. A.M. Sangaji, dan Jl. Diponegoro. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad ini memiliki makna filosofis, yaitu semangat perlawanan masyarakat Jogja terhadap penjajahan. Awalnya, bangunan ini tiangnya berbentuk silinder (gilig) dan puncaknya berbentuk bulat (golong), Tugu Golong-Gilig. Saat gempa menimpa Yogya pada 10 Juni 1867, bangunan tugu ini runtuh. Akhirnya, pemerintah Belanda melakukan renovasi terhadap bangunan ini. Bentuknya menjadi persegi dengan puncak kerucut dan runcing.

2. Alun-alun Kidul

Anak-anak muda Jogja senang berkunjung ke tempat ini. Tempat yang biasa disingkat “Alkid” ini berlokasi tepat dibelakang kompleks bangunan Kraton Yogyakarta. Anak-anak muda Jogja biasanya kumpul-kumpul untuk sekadar “nongkrong” atau malah banyak yang “mojok”. Hehe... Biasanya malam hari terutama di malam minggu mereka beramai-ramai kumpul di Alkid menyantap wedang jahe, roti bakar, jagung bakar, dan bajigur sambil menikmati indahnya langit. Itu juga kalau hari tidak hujan. Ada satu hal yang unik dari Alkid ini. Jadi, ada dua buah pohon beringin yang letaknya di tengah alun-alun. Kita harus berjalan di antara dua pohon beringin itu, tapi dengan mata tertutup. Katanya sih, menurut kepercayaan muda-mudi itu, kalau berhasil melewati, akan ketiban untung. Hmmm..boleh dicoba tuh!hehe. Oiya, kalau kesini jangan lupa siapkan uang receh karena bakal banyak pengamen jalanan yang menjual suaranya, walaupun dengan suara sekadarnya.

3. Kraton Yogyakarta

Kalo jalan-jalan ke Jogja tapi tidak mampir ke Kraton, rasanya kurang lengkap. Sebab, Kraton termasuk salah satu hal yang menonjol di Jogja. Sekarang ini, Kraton Yogya ditempati Keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono X yang juga merupakan raja sekaligus Gubernur DIY. Ada beberapa bangsal yang dimiliki Kraton. Pertama, Bangsal Kencana yang fungsinya untuk tempat raja memerintah. Kedua, Bangsal Prabeyaksa yang fungsinya untuk tempat menyimpan senjata-senjata pusaka Kraton. Ketiga, Bangsal Srimanganti yang biasa digunakan untuk menggelar pertunjukan seni, seperti tari-tarian, wayang kulit, dan lain-lain. Meskipun setiap sudut di Kraton masi dianggap sebagai tempat sakral, masyarakat umum tetep boleh kok ngunjungin Kraton. Tapi, harus mengikuti aturan yang berlaku.
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp 5.000,00 wisatawan asing Rp 7.500,00
Jam Buka : Senin- Minggu (08.00-14.00) Jumat (08.00-12.00)

4. Benteng Vredenburg (Jl. Ahmad Yani No. 6)

Benteng Vredenburg atau yang bahasa Indonesianya berarti Benteng Perdamaian ini resmi menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional sejak tanggal 23 November 1992. Di museum ini masih ada peninggalan benda-benda bersejarah mulai dari replika, diorama, miniatur, hingga koleksi realia, seperti mesin jahit yang dulu digunakan untuk menjahit baju prajurit. Tapi, disarankan kesana pagi atau sore. Soalnya, puaaaanaaaasssss sekali!!
Tiket masuk : Rp 750,00
Jam buka : Setiap hari kecuali Senin (08.00-16.00)

5. Candi Borobudur


Borobudur merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Makanya, jangan heran kalo banyak banget wisatawan asing yang penasaran banget berkunjung ke Borobudur dan melihat betapa indahnya candi ini. Pengelola pun tidak kehabisan akal, mereka mematok harga tinggi untuk tiket masuk wisatawan asing. Borobudur merupakan candi yang dibangun Raja Samaratungga (Salah satu Raja Mataram Kuno) dengan waktu pembuatan seratus tahun. Candi ini selesai dibangun tanggal 26 Mei 824. Bangunan ini terdiri dari sepuluh punden berundak yang tiap tingkatannya melambangkan tahapan kehidupan manusia. Ada hal yang unik yang sering dilakukan orang ketika berkunjung ke Borobudur. Katanya, jika kita bisa menggapai tangan patung dewa yang ada di dalam stupa, keinginan kita terwujud. Lagi,lagi ini perlu dicoba, mungkin saja benar. Warga-warga sekitar Borobudur biasanya membuat kerajinan untuk dijual. Jadi, kalau kita mau membawa cinderamata untuk oleh-oleh tidak usah khawatir karena banyak penjual yang menjajakan dagangan cinderamatanya. Lebih baik datang pagi atau sore, sebab pada siang hari batu-batuan candinya terasa panas sekali bila di pegang.
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp 9.000,00 wisatawan asing Rp 100.000,00
Jam buka : Setiap hari (08.00-17.00)

6. Candi Prambanan (Jl. Adisutjipto/Jl. Solo)

Candi Prambanan merupakan mahakarya kebudayaan Hindu yang dibangun abad ke-10 pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Bangunannya langsing setinggi 47 m. Disekelilingnya terdapat ratusan arca dan candi-candi kecil. Candi ini sempat rusak karena gempa yang mengguncang Yogya pada 27 Mei 2006 lalu. Tapi, tenang saja saat ini Prambanan sudah selesai direnovasi dan dibuka kembali untuk umum. Jangan lupa bawa kamera atau handycam untuk mengabadikan moment seru di Prambanan.
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp 9.000,00 wisatawan asing Rp 100.000,00
Jam Buka : Setiap hari (09.00-16.00)

7. Istana air Taman Sari

Walaupun namanya istana air, tapi jangan mengira kalo Taman Sari ini adalah tempat bermain air. Soalnya, Taman Sari ini adalah tempat wisata sejarah yang terletak 0,5 km sebelah Selatan Kraton Yogya. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I dengan gaya Portugis. Dulu bangunan ini berfungsi tempat peristirahatan dan rekreasi sultan dan keluarganya. Beberapa bagian dari bangunan ini juga masih utuh, misalnya terowongan bawah tanah, danau buatan, kolam pemandian dengan ruang ganti pakaian, ruang menari, dapur, dan bagunan-bangunan lainnya. Penduduk sekitar Taman Sari terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita bisa melihat langsung pembuatan batik tulis dan batik cap.
Tiket masuk : bebas biaya, hanya saja pengunjung wajib menggunakan tour guide yang dibayar secara sukarela.

8. Pantai Parangtritis
Banyak orang yang percaya bahwa Pantai Parangtritis dikuasai Ratu Kidul. Entah lah itu benar atau tidak. Yang pasti Parangtitis benar-benar indah. Apalagi, saat senja tiba. Hampir setiap sore anak-anak muda berkumpul menikmati sunset. Ada juga yang menghabiskan waktu dengan bermain bola di pinggir pantai. Setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina, kita bisa melihat perayaan upacara Peh Cun. Yang unik dalam perayaan ini adalah atraksi telur berdiri. Atraksi dimulai pukul 11.00 dan puncaknya pada pukul 12.00. menurut kepercayaan orang-orang Cina, pada tengah hari tersebut telur dapat berdiri tegak tanpa peyangga. Namun, pada tanggal 13.00 telur akan jatuh sendiri dan tidak dapat berdiri lagi. Penasaran? Mending langsung datang kesana yaaa....

9. Sungai Elo

Siapa yang senang rafting? Kunjungi saja sungai Elo. Sungai Elo ini aman bagi yang mau belajar rafting. Memang sih, Sungai Elo ini sudah masuk kabupaten Magelang, tapi tidak terlalu dari Jogja. Hanya sekitar 1,5 jam perjalanan. Di sungai ini, tingkat kesulitan jeram 2 sampe 3 dengan jarak tempuh 13 km yang bisa dicapai 2 hingga 3 jam. Wow.... Tidak heran, kalau orang yang tidak biasa rafting akan mengalami pegal-pegal. Tempat untuk start-nya yaitu Jembatan Blondo, Magelang. Di tempat ini, sudah ada pengelolanya, jadi semua alat-alat rafting dan pemandunya sudah disediakan. Asuransi jiwa juga sudah termasuk dalam uang yang kita bayarkan. Dengan membayar sejumlah uang, kita dengan tim (5-6 orang) disiapkan perahu karet dan alat-alat lainnya (pelampung, helm, dan dayung). Setelah itu, pemandu akan menjelaskan cara-cara rafting hingga cara menyelamatkan diri. Selesai rafting, kita akan diberi makanan ringan. Finish rafting ini ada di dekat Candi Mendut.

10. Monumen Jogja Kembali (Monjali)
Peristiwa Serangan umum yang terjadi di Jogja pada 1 Maret dapat kita flashback di Monumen Jogja Kembali yang kerap disingkat Monjali. Bangunan seluas 5,6 hektar ini mulai dibangun pada 29 Juni 1985 dan dibuka pada 6 Juli 1989. Monjali yang berada di Jalur Lingkar Kota Jogja ini berfungsi sebagai perlambang dari kembalinya pemerintahan RI, sekaligus sebagai momentum sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Yogya (yang saat itu merupakan ibukota negara) pada 29 Juni 1949, serta kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta serta petinggi-petinggi negara lainnya ke Jogj pada 6 Juli 1949. Bangunan ini terdiri dari tiga lantai yang menyajikan 1000 koleksi tentang Serangan Umum 1 Maret. Kalau datang kesini berombongan dapet potongan harga lho. Jadi, jangan ragu ajak semua teman, keluarga, kerabat, atau siapapun buat jalan-jalan kesini.
Tiket masuk : wisatawan domestik Rp 5.000,00 wisatawan asing Rp 7.500,00 anak-anak Rp 2.500,00 (kalo bawa rombongan min. 30 orang diskon 10 %)
Jam buka : Selasa-Minggu (08.00-16.00)
Selengkapnya...